Pengertian dan Cara Menghitung Zakat Mall - normavoyante.com

normavoyante.com

Blog Normavoyante Berbagi Untuk Indonesia

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 26 Juli 2017

Pengertian dan Cara Menghitung Zakat Mall

Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga. Bagi setiap umat Muslim yang hartanya sudah mencapai nishab maka diwajibkan mengeluarkan zakat. Seperti yang tertulis di dalam surat Al-Baqarah ayat 43 yang berarti “Dan, dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat dan ruku’-lah bersama orang-orang yang ruku”. Ada 2 jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim yaitu zakat Fitrah dan zakat Maal. Apabila zakat Fitrah dibayarkan pada saat berakhirnya bulan Ramadhan atau menjelang Idul Fitri, sedangkan zakat Maal merupakan zakat harta yang wajib dibayarkan ketika harta yang kita miliki telah mencapai nishabnya.
Pengertian dan Cara Menghitung Zakat Mall
Pengertian dan Cara Menghitung Zakat Mall
Nishab memiliki arti telah mencapai jumlah tertentu. Sama seperti rukun Islam lainnya, zakat juga memiliki syarat-syarat, di antaranya adalah:
  1. Merupakan harta yang dimiliki secara penuh, dalam artian harta yang akan dizakatkan merupakan benar-benar harta milik orang yang akan berzakat.
  2. Merupakan harta yang dapat berkembang atau memiliki potensi bisa terus menghasilkan.
  3. Harta yang dizakatkan haruslah sudah mencapai nishab atau standar minimal zakat yang dikenakan. Jika harta yang dimiliki belumlah mencapai nishab maka tak ada kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya. Hitungan zakat Maal juga berbeda-beda.
  4. Telah lebih dahulu memenuhi kebutuhan pokok. Orang-orang yang memiliki kewajiban berzakat harus lebih dahulu mencukupi kebutuhan pokoknya.
  5. Tidak memiliki utang serta kepemilikan hartanya telah mencapai 1 tahun atau disebut dengan istilah “haul”.

Selain itu ada syarat lain yang tak kalah penting yang harus ada dalam harta yang akan dikeluarkan untuk berzakat, yaitu halal. Halal dari segi cara mendapatkannya, bukan dari tindakan-tindakan yang tidak diperbolehkan secara agama maupun hukum negara, seperti hasil mencuri, korupsi, merampas, menipu atau hasil dari pelacuran/perzinahan. Zakat Maal diambil dari beberapa sumber harta di antaranya adalah hasil pertanian, peternakan, perdagangan, barang tambang, emas atau perak dan perhiasan, penghasilan dari profesi, serta barang yang ditemukan secara tidak sengaja atau tidak ada status kepemilikan.

Baik berupa uang, perhiasan seperti emas atau perak, hasil pertanian dan sebagainya, cara menghitung zakat Mall nya tetap sama, yaitu tetap harus memenuhi nishab yang telah ditentukan. Artinya dihitung dari konversinya ke nilai emas atau perak. Nishab emas adalah 20 dinar atau sekitar 91,4 gram emas, sedangkan nishab perak adalah sebanyak 5 uqiyah atau setara dengan 595 gram.

Yang perlu diingat adalah yang dijadikan batasan nishab emas maupun perak tersebut ialah emas atau perak murni (24 karat). Jadi apabila seseorang memiliki emas dengan kadar 18 karat maka nishabnya juga harus disesuaikan dengan emas murni 24 karat. Jadi yang menentukan adalah kadar karat dan beratnya. Jika setelah dihitung-hitung telah mencapai nishab tersebut maka hasilnya harus dikalikan 2,5%. Hasil perkalian dengan 2,5% itulah yang harus dibayarkan menjadi zakat Maal. Wallahu a’lam bisshawwab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad